Jumat, 10 Oktober 2014

AJAX

Asyncronus JavaScript and Xmlhttp atau di singkat Ajax adalah suatu pemrograman berbasis web untuk menciptakan aplikasi web interaktif. Tujuannya adalah untuk memindahkan sebagian besar interaksi pada komputer web surfer, melakukan pertukaran data dengan server di belakang layar sehingga halaman web tidak harus di baca ulang ssecara keseluruhan setiap kali seorang pengguna melakukan perubahan.Hal ini akan meningkatkan interaktivitas, kecepatan, usability. Ajax merupakan kombinasi dari:

  • DOM yang diakses dengan client side scripting language, seperti VBscript dan implementasi ECMAscript seperti Javascript dan Jscript, untuk menampilkan secara dinamis dan berinteraksi dengan informasi yang ditampilkan
  • Objek XMLHTTP dari Microsoft atau XMLHttpRequest yang lebih umum di implementasikan pada beberapa browser. Objek ini berguna sebagai kendaraan pertukaran data asinkronus dengan web server. Pada beberapa framework AJAX, element HTML IFrame lebih dipilih daripada XMLHTTP atau XMLHttpRequest untuk melakukan pertukaran data dengan web server.
  • XML umumnya digunakan sebagai dokumen transfer, walaupun format lain juga memungkinkan, seperti HTML, plain text. XML dianjurkan dalam pemakaian teknik AJaX karena kemudahan akses penanganannya dengan memakai DOM
  • JSON dapat menjadi pilihan alternatif sebagai dokumen transfer, mengingat JSON adalah JavaScript itu sendiri sehingga penanganannya lebih mudah
Seperti halnya DHTML, LAMP, atau SPA, Ajax bukanlah teknologi spesifik, melainkan merupakan gabungan dari teknologi yang dipakai bersamaan. Bahkan, teknologi turunan/komposit yang berdasarkan Ajax, seperti AFLAX sudah mulai bermunculan.
 

Kamis, 02 Oktober 2014

INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER











Materi Interaksi Manusia dan Komputer
 interaksi manusia dan komputer (bahasa inggris: human computer interaction, HCI) adalah disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan komputer yang meliputi perancangan, evaluasi, dan implementasi antarmuka pengguna komputer agar mudah di gunakan oleh manusia.Ilmu ini berusaha menemukan cara yang paling efisien untuk merancang pesan elektronik.Sedangkan interaksi manusia dan komputer sendiri adalah serangkaian proses, dialog dan kegiatan yang di lakuukan oleh manusia untuk berinteraksi dengan komputer yang keduanya saling memberikan masukan dan umpan balik melalui sebuah antarmuka untuk memperoleh hasil akhir yang di harapkan.
Ada tiga sub-bidang studi yang berhubungan dengan interaksi dengan komputer:
1. Ergonomi: dimana interaksi manusia-komputer berkaitan dengan bentuk fisik dari mesin
2. Faktor manusia: berkaitan dengan masalah-masalah psikologis
3. Interaksi manusia dan komputer mengkaji bagaimana hubungan-hubungan yang terjadi antar ilmu komputer desain terkait dengan manusia dengan komputer.
Bagi para perancangnya alat fisik interaksi antarmuka komputer sering di uji sehingga memungkinkan pertukaran informasi.
Beberapa aspek yang menjadi fokus yang di gunakan dalam perancangan sebuah antarmuka adalah:
1. Metodologi dan proses yang di gunakan dalam perancangan sebuah antarmuka
2. Metode implementasi antarmuka.
3. Metode evaluasi dan perbandingan antarmuka.
4. Pengembangan antarmuka baru.
5. Mengembangkan sebuah deskripsi dan prediksi atau teori dari sebuah antarmuka baru.

Contoh:
Dalam interaksi manusia dengna komputer terdapat beberapa panca indera di gunakan untuk dapat berinteraksi. Manusia mewujudkan fisiologi yang di perlukan untuk menyerap informasi dalam bentuk suara sama seperti mata dapat melihat berbagai variasi cahaya-rona, briteness, kontras-telinga mampupenginderaan array yang laus dari suara melalui perubahan timbre, kenyaringan dan pitch. Pikiran kemudian dapat mengasosiakan suara ini dengan peristiwa, objek atau gagasan abstrak.Paling sering suara sebagia informasi ada sebagia pidato atau musik dan memang ini akan terus di internet.
Contoh: dalam sebua rumah sakit, suara mengenal elektrokardiograf (EKG) berbunyi 'bip' dalam irama ke jantung; pager alert wanita di sebuah sudut jalan, telegraf memancarkan klik merata-spasi dalam kode morse. Semua ini adalah contoh menampilkan pendengaran, suara yang di buat oleh sebuah mesin dalam rangka berhubungan informasi .Di zaman ketiak bahasa telah menjadi bentuk komunikasi dominan, suara memainkan peran penting dalam hidup kita.

Jumat, 19 September 2014

Teknolgi Web Terbaru Di Indonesia

Tak Hanya Start Menu, Karakter Clippy Juga Akan Hadir Ke Windows 9

Microsoft di kabarkan akan mengembalikan fitur-fitur lama pada produk terbarunya.Setelah sebelumnya muncul kabar kalau mereka mengembalikan start menu, ternyata ada lagi fitur lama yang akan di kembalikan ke OS Windows. Fitur lama tersebut adalah karakter animasi Clippy yang dulu kerap hadir pada software Office milik Microsoft.
Kembalinya sosok Clippy tersebut kemungkinan akan di lakukan oleh Microsoft pada Office 16 dan sseperti pada karakter Clippy di masa lalu, fitur ini pun akan memberikan panduan kepada pengguna Office. Selain itu, Microsoft juga di kabarkan bakal memberikan pendekatan yang lebih modern pada karakter ini, sehingga pengguna Office bisa mmeperoleh informasi dengan mudah.


selain itu, Clippy juga di sebutkan sebagai wujud dari Cortana pada Office di Windows 9. Dengan begitu, pengguna Windows bisa mengucapkan perintah suara untuk mempelajari fitur serta informasi lebih detail mengenai produk Office terbaru itu. Namun kalau hal ini benar di lakukan oleh Microsoft, meka mereka terlebih dulu harus mendatangkan Cortana ke windows.








Rabu, 17 September 2014

HTML 5 VERSUS MOBILE NATIVE

HTML 5 VERSUS MOBILE NATIVE
         Beberapa tahun yang lalu atau kira-kira pertengahan tahun 2011 di rilis untuk sebuah framework untuk pengembangan aplikasi mobile multiplatform yang bernama phonegap.Meskipun sebenarnya ada frame work lain seperti kendo dan sencha, tapi tampaknya phonegap lebih populer di banding dengan keduanya.
                Phonegap sendiri merupakan framework yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi mobile dimana seorang developer hanya memerlukan bantuan HTML5 programming, tanpa perlu expert pada bahasa pemrograman native masing-masing platform. Hanya saja pengetahuan dasar pemahaman development yang diperlukan untuk membantu memudahkan proses kompilasinya.
Di artikel ini, penulis akan sedikit membeberkan beberapa point-point penting yang mungkin dapat digunakan sebagai acuan apabila pembaca masih bingung memilih langkah pengembangan aplikasi mobile baik itu iOS, Android, Windows Phone, maupun Blackberry. Apakah harus dengan bahasa native atau mungkin menggunakan framework cross-platform (silang platform) HTML5 seperti Phonegap ? Mari kita telisik satu persatu point dibawah ini:

Perangkat Lunak
Dari sisi perangkat lunak yang digunakan, jelas sekali bahwa framework Cross-platform menggunakan plugin maupun extensi tertentu pada masing-masing aplikasi native agar bisa digunakan untuk proses kompilasi. Sebagai contoh Eclipse harus ditambah plugin tertentu untuk kompilasi Phonegap. Meskipun Phonegap juga telah menyediakan proses building secara cloud, namun bilamana aplikasi mengharuskan memiliki fitur tertentu cloud tidak akan bisa maksimal.
mobile-icon
Dalam beberapa kasus seorang developer baru, penggunaan Phonegap cukup rikuh dari sisi instalasi aplikasi pendukung. Dalam hal praktis dan tidaknya, proses development secara native jelas unggul apabila menggunakan framework HTML5.


Pengetahuan development
Pengembangan sebuah aplikasi mobile, tentunya membutuhkan pengetahuan yang setidaknya harus mendalam dan tidak bisa setengah-tengah. Contohnya seorang developer Android tentu harus paham betul Java, Windows Phone dengan C#, ataupun iOS dengan Objective C. Hal ini tentu saja akan cukup merepotkan seorang developer yang hanya paham satu jenis bahasa pemrograman apabila dia ingin mendevelop pada masing-masing platform. Apalagi bagi seorang developer website tentunya akan sangat dipusingkan dengan lingkungan development mobile.
Java Objective C
Akan tetapi semenjak munculnya framework HTML5, para developer mobile ataupun website agaknya bisa bernafas lega atas ketergantungan masing-masing native programming language tersebut. Selain itu, penggunaan framework cross-platform juga sering dikaitkan dengan pemangkasan anggaran untuk pembuatan aplikasi mobile. Karena sebuah perusahaan tidak harus membayar 3 atau 4 developer, akan tetapi cukup dengan seorang developer tangguh HTML5.

Proses kompilasi
Jika dilihat pada satu sisi pandang, HTML5 tentu lebih unggul dibanding native dari sisi kompilasi. Semisal cloud phonegap yang memiliki fasilitas untuk melakukan kompilasi langsung pada beberapa platform. Tapi jika dilihat dari sisi pandang hasil dan performa, maka kompilasi menggunakan native tentu lebih unggul.
Pembaca mungkin pernah mendengar problem kompilasi aplikasi HTML5, dimana aplikasi dapat berjalan baik di Android namun tidak pada platform lain. Nah, inilah sebenarnya kendala jika seorang developer memang ingin memakai framewor HTML5. Karena sang developer harus mendalami betul fitur, fungsionalitas maupun package yang didukung oleh masing-masing platform.
Pada point proses kompilasi ini, penulis sengaja memberi skor masing-masing 1 untuk kedua development karena cukup berimbang dan tergantung pada kebutuhan.

Performa
Sekali lagi, development menggunakan native tentu saja akan unggul jika dilihat dari sisi performa hasil akhir aplikasi. Meski ada beberapa framework HTML5 seperti Ludei JS yang menyebut bahwa performa hasil akhir aplikasi setara dengan native, tentu saja hasilnya akan memiliki perbedaan. Penulis pastikan bahwa performa aplikasi native tidak bisa disejajarkan dengan aplikasi HTML5.


Kesimpulan
Membangun sebuah aplikasi mobile jika dinalar memang seharusnya memakai framework yang disarankan (baca: native), selain dari sisi hasil akhir aplikasi yang lebih mantap dan apik, performa aplikasi native juga bisa dibilang sempurna. Framework HTML5 akan sangat baik jika memang seorang developer membutuhkan waktu cepat untuk membangun secara cross-platform namun dengan hasil yang tidak sebaik aplikasi native.
Secara proses, HTML5 merupakan terobosan baru dibidang development aplikasi mobile, dimana hanya dengan pengetahuan satu bahasa pemrograman maka dapat digunakan untuk beberapa platform.